Real Count KPU Data Masuk 4,64 Persen: Jokowi 54,88 Persen, Prabowo 45,12 Persen

Di Pilpres 471 views
Real Count KPU Data Masuk 4,64 Persen

Capres nomor urut 01 Joko Widodo (kiri) dan capres nomor urut 02 Prabowo Subianto (kanan) bersalaman usai debat kedua Pilpres 2019 di Hotel Sultan, Jakarta, Minggu (17/2)

TrendingTopik.web.id, Jakarta – Pasangan capres-cawapres nomor urut 01 Joko Widodo-Ma’ruf Amin unggul atas pasangan nomor urut 02 Prabowo Subianto-Sandiaga Uno berdasarkan real count yang dimuat dalam Sistem Informasi Penghitungan Suara (Situng) Komisi Pemilihan Umum (KPU).

Pada Sabtu (20/4/2019) pukul 12.30 WIB, real count KPU telah mengumpulkan suara di 37.818 dari 813.350 Tempat Pemungutan Suara (TPS) atau 4,64966%. Hasilnya sebagai berikut:

Nomor Urut 01 Joko Widodo-Ma’ruf Amin: 54,88 Persen atau 3.974.985 suara.

Nomor Urut 02 Prabowo Subianto-Sandiaga Uno: 45,12 Persen atau 3.267.585 suara.

Untuk masyarakat yang ingin terus melihat hasil atau update informasi real count Pilpres 2019, bisa dapat mengakses di https://pemilu2019.kpu.go.id/#/ppwp/hitung-suara/.

Real Count Alat Pengontrol Kecurangan

Direktur Eksekutif SMRC Jayadi Hanan menyebut, quick count merupakan bentuk partisipasi masyarakat demi pemilu yang berjalan demokratis. Tentunya quick count menjadi alat referensi menilai hasil yang dikeluarkan secara resmi.

“Pemilu kita sudah berlangsung empat kali. 2004, 2009, 2014, 2019. Sudah tujuh kali termasuk Pileg. Sudah melakukan tiga kali siklus Pilkada, jadi ada lebih 1500 proses pemilihan dan seterusnya itu tidak pernah ada masalah dengan real count. Politisi pun sebenarnya sudah terbiasa dengan quick count ini. Jelas quick count itu persoalan pengetahuan, bukan politik,” beber Jayadi. berita trending topik

Lebih lanjut, Direktur Eksekutif Indikator Burhanuddin Muhtadi mengatakan, secara historis real count merupakan alat kontrol kecurangan.

“Jadi kita bangsa Indonesia dihadapkan kenyataan bukan hanya pemilu yang lama, tapi perhitungannya juga lama. Baru 22 Mei, kenapa lama, karena proses perhitungannya bertingkat-tingkat. Di situlah quick count berguna, supaya ada data pembanding KPU. Sehingga KPU bisa menangani adanya pencurian suara,” ungkapnya.

Peneliti Senior Indo Barometer, Asep Saefudin meminta masyarakat bahkan elit politik sekalipun untuk paham perbedaan survei, exit poll, dan quick count. Untuk survei dan exit poll biasa dilakukan sebelum perhitungan Pemilu dan bentuknya menjadi opini.

Sementara quick count menggunakan sampel data hasil penghitungan dari TPS dan menggunakan metodologi yang sesuai.

“Kita siap transparan buka-bukaan data. Siap diaudit. Quick count ini kegiatan yang sudah sangat panjang dipersiapkan, sudah matang berbulan-berbulan. Rasanya tidak ada harganya sama sekali, sudah susah payah, dihargai dengan tukang bohong, hoaks. Rasanya gimana gitu,” terang Asep.

“Perlu diketahui bagaimana kita merancang quick count ini. Buat sampel saja berminggu-minggu. Di KPU saja DKPP berubah-ubah setiap waktu dan kita harus sesuaikan. Belum lagi menyiapkan instrumen, dan seterusnya. Quick count ini bukan hasil final. Hasil final itu ada di KPU,” lanjutnya.

Tags: #Hasil Real Count KPU #Hasil Real Count KPU Pilpres 2019 #KPU #Pilpres 2019 #Real Count KPU #Real Count KPU Pilpres 2019

author
Penulis: 
    Lembaga Survei Ramai-Ramai Buka Data Quick Count
    Lembaga Survei Ramai-Ramai Buka Data Quick Count
    TrendingTopik.web.id, Jakarta – Hasil hitung cepat atau
    Jadwal Debat Terakhir Capres-Cawapres 13 April 2019
    Jadwal Debat Terakhir Capres-Cawapres 13 April 2019
    TrendingTopik.web.id, Jakarta – Debat terakhir Capres-Cawapres akan
    Sebulan Jelang Pemilihan, Ma’ruf Amin Makin Gencar Kampanye
    Sebulan Jelang Pemilihan, Ma’ruf Amin Makin Gencar Kampanye
    TrendingTopik.web.id, Jakarta – Calon wakil presiden nomor
    Jokowi Akan Awali Kampanye Terbuka di Kota Tangerang
    Jokowi Akan Awali Kampanye Terbuka di Kota Tangerang
    TrendingTopik.web.id, Jakarta – Wakil Sekretaris Tim Kampanye
    Baca Juga×

    Top
    Beranda